Hasil Penelitian McKinsey memprediksi bahwa pada 2021 teknologi blockchain akan menguasai segala lini bisnis dan menghemat setidaknya 50 Milyar Dollar USD melalui transaksi Business to Business (B2B). Ini terjadi karena teknologi blockchain digadang bisa menghemat waktu dan operasional proses kerja di berbagai lini industri maupun Pemerintahan. Meski tidak dipungkiri diperlukan SDM terampil yang menguasai skill teknologi baru yang bernama blockchain.

Salah satu teknologi blockchain yang menjadi trend di 2020 adalah BaaS atau kepanjangan dari Blockchain As A Service. Itu adalah trend dimana sejumlah startup mengembangkan produknya melalui teknologi blockchain. Produk digital yang dihasilkan bisa berupa smart contract, apps desentralisasi dan lain sebagainya.

Jika anda pernah merasa kesulitan untuk melihat tingkat keaslian atau keabsahan sebuah dokumen penting atau bahkan pernah meragukan sebuah dokumen apakah dikirim dari sumber terpercaya ataupun kesulitan melacak pemilik asli dari sebuah dokumen? Itu berarti saatnya anda berkenalan dengan Trusti, startup sertifikasi digital.

Trusti memungkinkan semua pengguna membuktikan legalitas, keabsahan, kepemilikan dan tanda tangan asli pada semua dokumen dan data melalui teknologi blockchain vexanium. Trusti juga bisa digunakan untuk memastikan keaslian dan penyebaran data krusial seperti kontrak, medical record, maupun data keamanan negara. Hal ini sebagai wujud Visi Misi Trusti untuk mengamankan dan melindungi semua aset data dan dokumen digital sehingga terhindar dari penipuan dan manipulasi yang melanggar hukum.

Jika tadinya Trusti menggunakan teknologi blockchain euthereum dan bitcoin, kini Trusti hijrah ke teknologi blockchain vexanium, Damos menjelaskan keputusan ini diambil karena faktor skalabilitas saat menganalisa potensi sebuah blockchain.

“Vexanium memiliki kecepatan dua ribu transaksi per detik, yang tentunya jauh lebih efisien dibandingkan euthereum yang hanya memiliki kecepatan 15 transaksi per detik. Trusti sendiri adalah web platform di mana penggunanya dapat mencatat dan memverifikasi keabsahan suatu file digital. Hal ini lah yang membuat Trusti membutuhkan skalabilitas yang lebih tinggi. Dengan menggunakan teknologi blockchain Vexanium, data akan menjadi lebih efisien dan aman karena sifat data hash adalah unik, maka apabila isi file berubah, data hash-nya juga akan berubah. Setiap data yang diunggah ke Trusti dan diverifikasi akan menjadi unik dari data lainnya”.

Bayangkan Anda berada dalam situasi ini. Sekali waktu Anda hendak mengirim sebuah dokumen penting melalui surat elektronik. Kepada teman atau rekan bisnis Anda, file tersebut Anda klaim masih “asli”, karena isi file tidak diubah sama sekali. Bagaimana cara membuktikannya?

Untuk itulah Trusti bekerja dengan membuat hash kriptografi unik atau semacam fingerprint yang direkam didalam blockchain dimana di masa mendatang pengguna bisa membuktikan keabsahan keaslian dari copy dokumen atau file tersebut.

Proses kerja blockchain memungkinkan data didistribusikan secara desentralistik dimana setiap node (simpul) jaringan menyimpan data yang serupa. Ini berbeda dengan metode penyimpanan data yang sentralistik dimana sejumlah file di komputer server dapat dihapus dengan mudah. Prinsip immutable ini menegaskan keabsahan unsur trust terhadap sebuah data digital.

Saat ini sudah ada beberapa institusi yang menggunakan layanan Trusti. Ke depannya Trusti akan terus membuka peluang berkolaborasi dengan lembaga atau instansi dan juga segala lini industri.

Info lebih lanjut hubungi :

Indarti
PR & Partnership Manager Trusti
0813 8389 0390

indarti@trusti.id 
indarti.work@gmail.com


Sumber:
blockchainmedia.id
digitalis.id